INTERFERENSI DAN INTEGRASI
NAMA : Muhammad Aris Firdaus
NIM : E1C115049
KELAS : V-B
INTERFERENSI
DAN INTEGRASI
A. INTERFERENSI
Alwasilah
(1985:131) mengetengahkan pengertian interferensi berdasarkan rumusan Hartman
dan Stonk bahwa interferensi merupakan kekeliruan yang disebabkan oleh adanya
kecenderungan membiasakan pengucapan (ujaran) suatu bahasa terhadap bahasa lain
mencakup pengucapan satuan bunyi, tata bahasa, dan kosakata. Sementara itu,
Jendra (1991:109) mengemukakan bahwa interferensi meliputi berbagai aspek
kebahasaan, bisa menyerap dalam bidang tata bunyi (fonologi), tata bentukan
kata (morfologi), tata kalimat (sintaksis), kosakata (leksikon), dan tata makna
(semantik) (Suwito,1985:55).
Interferensi,
menurut Nababan (1984), merupakan kekeliruan yang terjadi sebagai akibat
terbawanya kebiasaan-kebiasaan ujaran bahasa ibu atau dialek ke dalam bahasa
atau dialek kedua. Senada dengan itu, Chaer dan Agustina (1995: 168)
mengemukakan bahwa interferensi adalah peristiwa penyimpangan norma dari salah
satu bahasa atau lebih.
1. Interferensi
dalam Tataran Fonologi
Contoh:
a. nJambi Seharusnya Jambi
b. Maen Seharusnya Main
c. Harep Seharusnya Harap
d. Kokoh Seharusnya Kukuh
e. Sante Seharusnya Santai
f. Piso Seharusnya Pisau
2. Interferensi
dalam Tataran Morfologi
Contoh:
a. Kepukul Seharusnya Terpukul
b. Ketabrak Seharusnya Tertabrak
c. Kebesaran Seharusnya Terlalu
Besar
d. Sungguhan Seharusnya Kesungguhan
3. Interferensi
dalam Tataran Sintaksis
Contoh:
a. Makanan
itu telah dimakan oleh saya
(Makanan itu telah saya makan)
b. Rumahnya
ayahnya Budin yang besar sendiri di
kampung itu
(Rumah ayahnya Budin yang sangat besar di
kampung ini)
c. Hal
itu saya telah katakan kepadamu kemarin
(Hal itu telah saya katakana
kepadamu kemarin)
B. INTEGRASI
Integrasi
adalah penggunaan unsur bahasa lain secara sistematis seolah-olah merupakan
bagian dari suatu bahasa tanpa disadari oleh pemakainya (Kridalaksana:
1993:84). Salah satu proses integrasi adalah peminjaman kata dari satu bahasa
ke dalam bahasa lain.
Oleh
sebagian sosiolinguis, masalah integrasi merupakan masalah yang sulit dibedakan
dari interferensi. Chair dan Agustina (1995:168) mengacu pada pendapat Mackey,
menyatakan bahwa integrasi adalah unsur-unsur bahasa lain yang digunakan
dalam bahasa tertentu dan dianggap sudah menjadi bagian dari bahasa tersebut.
Tidak dianggap lagi sebagai unsur pinjaman atau pungutan.
Mackey dalam
Mustakim (1994:13) mengungkapkan bahwa masalah interferensi adalah nisbi,
tetapi kenisbiannya itu dapat diukur. Menurutnya, interferensi dapat ditetapkan
berdasarkan penemuan adanya integrasi, yang juga bersifat nisbi. Dalam hal ini,
kenisbian integrasi itu dapat diketahui dari suatu bentuk leksikal. Misalnya,
sejumlah orang menganggap bahwa bentuk leksikal tertentu sudah terintegrasi,
tetapi sejumlah orang yang lain menganggap belum.
Proses integrasi dibedakan menjadi
empat macam, yaitu:
1. Integrasi
Audial
Integrasi secara audial mula-mula penutur
Indonesia mendengar butir-butir leksikal itu dituturkan oleh penutur aslinya,
lalu mencoba menggunakannya. Apa yang terdengar oleh telinga itulah yang diajarkan
lalu dituliskan. Oleh karena itu, kosakata yang diterima oleh audial sering
kali menampakkan ciri ketidakteraturan bila dibandingkan dengan kosakata
aslinya.
Contoh:
a. Dongkrak =
Dome kracht
b. Pelopor = Vooloper
c. Sakelar = Schakelaar
d. Sopir = Chauffer
e. Bengkel = Winkel (Bahasa Belanda)
2. Integrasi
Visual
Integrasi
visual adalah integrasi yang penyerapannya dilakukan melalui bentuk tulisan
dalam bahasa aslinya, lalu bentuk tulisan itu disesuaikan menurut aturan yang
terdapat dalam Pedomam Umum Pembentukan Istilah dan Pedoman Umum Ejaan Bahasa
Indonesia Yang Disempurnakan.
Contoh:
a. System = Sistem (bukan sistim)
b. Hierarchy = Hierarki (bukan hirarki)
c. Repertoire = Repertoir (bukan repertoar)
d. Televisie = Televisi (Bahasa Belanda)
3. Integrasi
Penerjemahan Langsung
Integrasi
penerjemahan langsung adalah integrasi dengan mencarikan padanan kosakata asing
ke dalam bahasa Indonesia.
Contoh:
a. Joint
venture = Usaha patungan
b. Balance
budget = Anggaran berimbang
c. Samen
werking = Kerja sama
d. Air
port = Bandara
4. Integrasi
Penerjemahan Konsep
Integrasi
penerjemahan konsep adalah integrasi dengan cara meneliti konsep kosakata asing
itu, lalu dicarikan konsepnya ke dalam bahasa Indonesia.
Contoh:
a. Medication = Pengobatan
b. Brother
in law = Ipar laki-laki
c. Job
description = Ketentuan kerja
Komentar
Posting Komentar